Gunungkidul (Kankemenag) - Kepala Kankemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah, mengapresiasi inovasi penyuluh Agama Islam KUA Semanu, Ahmad Munir, yang berhasil menggagas program Ngajeni. Ngajeni merupakan singkatan dari Ngupadi Amrih Jejeging Jasmani lan Rohani atau upaya untuk keberdayaan jasmani dan ruhani. Program ini memiliki lima sasaran yaitu ngajeni agama (menghormati dan menghargai agama), ngajeni negoro (menghormati dan menghargai negara), ngajeni nyowo (menghormati dan menghargai nyawa), ngajeni keluargo (menghormati dan menghargai keluarga) dan ngajeni sapodo-podo (menghormati dan menghargai sesama).
"Inovasi ini sesuai prinsip-prinsip agama, diantaranya untuk menghargai nyawa orang lain dan diri sendiri," paparnya dihadapan peserta Dialog Lintas Agama dengan berbagai kalangan masyarakat dan profesi di ruang rapat 1 Setda Gunungkidul, Kamis (19/9).
Dialog ini membahas upaya menangani masalah sosial seperti bunuh diri dan pernikahan dini yang terjadi di masyarakat. Selain Aidi, narasumber lainnya adalah Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi dan Kasubbag TU Kankemenag Gunungkidul Arief Gunadi. Hadir sebagai peserta, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan KUA kecamatan.
Dalam kesempatan ini, Aidi juga mengapresiasi inovasi dari KUA Gedangsari dalam menekan pernikahan dini melalui lagu Ayunda Simenik (Ayo Tunda Usia Menikah). "Program Ayunda Simenik kemudian dikembangkan dan ditambah dengan upaya pencegahan stunting oleh UPT Puskesmas Gedangsari menjadi Ayunda Simenik Makan Sego Ceting yaitu Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Mencegah Stunting," ungkapnya seraya menjelaskan, melalui program ini Pemkab Gunungkidul berhasil meraih Top 99 Inovasi Layanan Publik Tahun 2019.
Sementara Kasubbag TU Arief Gunadi mengatakan, peran tokoh agama sangat besar dalam mengatasi fenomena sosial ini, mengingat masyarakat Indonesia masih menghormati ketokohan seseorang dan mengikuti apa yang disampaikannya. “Tokoh agama berperan memberi pemahaman pada masyarakat dan menguatkan keyakinan masyarakat akan adanya pertolongan Tuhan atas segala masalah, larangan bunuh diri dan dosa yang diakibatkannya. Terkait pernikahan dini, tokoh agama berperan mengkampanyekan usia pernikahan yang ideal serta memberi pemahaman bahaya pergaulan bebas bagi remaja,” pungkasnya.
Penulis : Admins
Editor : Admins