Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Untuk mencegah adanya timbunan sampah, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mendaur ulang. Kegiatan ini menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru. Sampah sebenarnya dapat menjadi suatu barang yang bernilai. Selain itu proses daur ulang juga dapat mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi kerusakan lahan dan emisi gas rumah kaca. Selain daur ulang, kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah yaitu dengan Reuse dan Reuse (menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama maupun fungsi lainnya).
Sebagai rangkaian dari bimtek pengelolaan sampah, Tim Pengelolaan Sampah MIN 1 Gunungkidul yaitu Hidayati, S.Ag. dan Widodo, S.Pd. mengikuti bimtek pengelolaan sampah anorganik di Balai Dusun Selang IV, Selang, Wonosari pada Kamis (14/4/2022). Hidayati dan Widodo bersama dengan peserta bimtek yang lain membuat kerajinan tangan yang berbahan baku sampah plastik. Selain itu peserta bimtek dibekali dengan pengetahuan pembuatan kerajinan dari plastik kresek yang disetrika (dijadikan bros, bunga) serta pembuatan pot/ tempat tisu dari lingkar atas minuman gelas plastik.
"Kita dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan sedemikian rupa yang memiliki nilai" ucap Fuatul Khakim, S.Pd.I. MSI. selaku Kepala MIN 1 Gunungkidul. Fuatul mengajak seluruh warga madrasah untuk bijak mengelola sampah. "Kita sudah membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya kita mulai untuk memanfaatkan sampah plastik yang dapat didaur ulang menjadi bermacam-macam kerajinan tangan. Hal ini dapat ditularkan kepada siswa dalam pembelajaran sekaligus sebagai hasil karya" pungkasnya. (hid/aky/fh)
Penulis : MIN Ngawen/MIN 1
Editor : Siti Nurafrianti